Semut jepang yang sedang trend ini menjadi buah bibir masyarakat. Karena manfaat dan khasiatnya untuk menyembuhkan berbagai penyakit berat seperti diabetes, stroke dan banyak lainnya. Seperti kabar bahagia yang datang secara tiba-tiba.Cara mengkonsumsinya juga unik, yakni dimakan ketika masih hidup seperti minum air putih. Baik secara langsung atau menggunakan media lain seperti pisang, kapsul kosong dan beberapa makanan lainnya.
Lalu, apakah benar serangga ini memiliki khasiat yang dashyat melebihi obat medis atau hanya hoax?
Apa kata ahli kesehatan tentang hal ini?
Apakah halal untuk dikonsumsi oleh orang muslim?
Setelah mencari jawaban dari sumber yang bisa dipertanggungjawabkan, berikut rangkumannya :
1. Semut Jepang Untuk Diabetes dan Penyakit Lainnya.
Sekitar 9,1 juta jiwa penduduk Indonesia mengalami masalah diabetes. Tidak semua percaya dengan medis dan mencoba pengobatan alternatif.
Mengkonsumsi semut jepang merupakan cara alternatif terbaru, yang masih belum terbukti khasiatnya.
Menurut ahli, yakni Prof. Pradana Soewondo yang merupakan seorang Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia dan dimuat pada halaman BeritaSatu.com
"Belum ada bukti ilmiah yang mengatakan kalau semutjepang berkhasit menstabilkan kadar gula darah pada penderita diabetes. Jadi sebaiknya berkonsultasi terlebih dulu ke dokter sebelum menggunakan semutjepang sebagai pengobatan."
"Mencoba pengobatan alternatif memang boleh-boleh saja. Tapi biasanya pasien akan datang ke dokter dengan kondisi yang semakin parah. Jadi sebaiknya berkonsultasi terlebih dulu ke dokter untuk memastikan aman tidaknya digunakan."
"Mengganti obat diabetes dan insulin dengan cara-cara alternatif seperti makan semutjepang sebetulnya bisa membahayakan. Obat-obatan yang biasa dikonsumsi ini harus tetap dilanjutkan. Dan yang juga penting adalah menerapkan pola hidup sehat, berolahraga, dan jauhi stres."
2. Halal Haram Untuk Seorang Muslim
Karena dimakan saat masih hidup, ditambah semut-jepang termasuk ke dalam jenis kutu / binatang kecil yang sebagian muslim mempertanyakan kehalalan dari pengobatan alternatif diabetes ini.
Menurut sumber artikel dari inilah.com berikut ringkasannya :
Cara berobat semut jepang adalah dengan cara diminum dengan air dalam keadaan hidup. Maka ini cara ini tidak boleh, karena ulama malikiyah yang membolehkan makan hasyaraat mempersyaratkan harus disembelih/dimatikan. (Bagian kesimpulan, poin 2).
Sayangnya sampai saat ini belum ditemukan literatur tentang kandungan dan penggunaan kutu ini sebagai bahan obat ataupun kesehatan lainnya.
Setelah tahu tentang ini, masih mau mengkonsumsinya?